Ditulis pada tanggal 14 September 2017, oleh admin, pada kategori Berita

1

Seminar dan grup diskusi yang dilaksanakan di Mataram pada tanggal 7-9 September 2017 ini membahas tentang Implementasi Pengawasan terhadap produk diagnostik in vitro (IVD), Penyimpanan dan Pendistribusian produk IVD di Fasilitas pelayanan kesehatan, kebutuhan produk IVD dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, Kemampuan Laboratorium Uji Produk dan Perkembangan bahan baku untuk produk IVD,  Quality Assurance and Stability Test, serta Perkembangan Riset Produk IVD  di Institusi Pendidikan yang disampaikan oleh Universitas Gajah Mada dan Universitas Brawijaya

Sesuai arahan  dan dukungan Dirjend Kefarmasian dan Alkes-Kementerian Kesehatan untuk pengembangan produk Alkes Dalam Negeri yang sampai saat ini jumlahnya masih sangat jauh dibanding produk impor. Alkes dalam negeri yang sudah dihasilkan sebanyak165 jenis dibanding produk impor yang sudah mencapai 12. 248 produk.  Selain itu juga memperhatikan pengawasan poduk Alkes terutama IVD memegang peranan penting dalam pemanfaatan di masyarakat, dan merupakansalah satu tugas utama Direktorat Pengawasan Alkes dengan melihat banyak aspek selama produk sudah dipasarkan diantaranya tahapan produksi, distribusi, penggunaan, dan pembuangan. Pengawasan produk telah memiliki sistematis melalui 7 pokok acuan pengawasan serta 25 tindakan yang dilakukan

2

Paparan materi dengan judul Perkembangan Riset Produk Diagnostik In Vitro di Universitas Brawijaya oleh staf Ahli dan Ketua Tim Peneliti Kit Diagnostik GAD65  Prof. Dr. Aulanni’am, drh. DES  serta di damping oleh Dyah Kinasih Wuragil, S.Si., MP., M.Sc .

Selain arahan Dirjen tentang pengembangan produk alkes dalam negeri dan pengawasan produk alkes, hal lain yang dibahas menjadi topic bahasan diskusi antara lain Pencabutan Ijin Edar dapat dilakukan oleh Menkes dengan rekomendasi dinas terutama jika perusahaan pendaftar tidak melakukan aktivitas produksidan beralih fungsi.  Salah satu institusi yang sudahmenyiapkan produk IVD adalah PT Hepatika dan bekerjasama dengan PT Swayasa Prakarsa untuk penyediaan NPC strip G diagnostic test. Dari diskusi ini menghasilkan beberapa rekomendasi kegiatan yaitu tentang pembahasan perlunya rancangan SNI untuk dapat menerapkan beberapa persyaratan yang dapat dipenuhi oleh produsen sehingga IVD yang sudah release dinyatakan aman serta tentang Quality assurance dan Uji Stabilitas merupakan bagian dari Character Performance yang harus dilaporkan dalam pemrosesan Ijin Edar.

3