Ditulis pada tanggal 19 June 2017, oleh admin, pada kategori Berita

wcp

Institut Biosains UB lolos seleksi World Class Professor (WCP) program 2017 Kemenristekdikti. Institute Biosains UB telah melewati desk evaluation, seleksi wawancara dan lolos seleksi pada WCP 2017 skema B. Institut biosains termasuk ke dalam 19 dari 60 proposal yang lolos skema B.Dalam WCP Professor yang diundang oleh Institute Biosains UB adalah Prof. James Robert Ketudat Cairns, PhD. seorang ahli proteomik dari Chicago USA dan memiliki indeks scopus 18 dengan ribuan sitasi dari publikasinya yang berjumlah hampir seribu artikel.  Pada saat ini Prof. James Robert Ketudat Cairns bekerja di Institute of Science, Surinaree University of Technology, Thailand.
Adapun tema program  WCP Institute Biosains UB adalah “Indonesia-Thailand Networking for Teaching-Training and Research Collaboration on Protein and Molecular Biology” yang akan berlangsung selama tiga bulan mulai awal September sampai dengan November 2017.
Program ini tidak hanya untuk Institute Biosains UB saja, tetapi untuk program kuliah akan ditawarkan ke program pascasarjana di beberapa fakultas di UB agar terjadi proses transfer IPTEK terbaru ke mahasiswa pascasarjana dan para dosen/peneliti muda.
Selain itu, akan diadakan beberapa workshop dan training proteomic untuk mendukung kebijakan renstra UB tentang penelitian dan peningkatan publikasi ilmiah di journal international bereputasi serta peningkatan indeks scopus.
Selain  WCP Institute Biosains UB, Fakultas Kedokteran UB juga berhasil lolos dua program WCP dengan Universitas di Belanda.
World Class Professor, yaitu program mengundang professor kelas dunia dari berbagai perguruan tinggi ternama dalam negeri atau luar negeri sebagai visiting professor untuk ditempatkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia selama kurun waktu maksimum enam bulan.
Program yang mulai diberlakukan mulai tahun 2017 ini dimaksudkan agar dosen atau peneliti bisa berinteraksi dengan professor ternama dan unggul sehingga bisa meningkatkan kehidupan akademis, kompetensi, kualitas dan kontribusi bagi pengembangan IPTEK dan penguatan sistem Inovasi Nasional dalam upaya pemanfaatan seoptimal mungkin keragaman dan kekayaan sumber daya alam Indonesia bagi kesejahteraan sebesar-besarnya rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi Negara RI.
Program World Class Professor (WCP) Tahun 2017 dibagi menjadi dua, yaitu skema A, dan skema B, yang dirilis pada tanggal 14 Maret 2017 oleh Menristekdikti. [Prof Fatchiyah/Humas UB]