Ditulis pada tanggal 25 July 2018, oleh admin, pada kategori Berita

IMG_5559

Rabu, 25 Juli 2018, Tim dari Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti melaksanakan kunjungan dan diskusi program inovasi yang dilakukan terhadap Badan Usaha Akademik (BUA) Universitas Brawijaya.  Beberapa agenda acara diantaranya adalah, diskusi, pameran produk unggulan, serta pemaparan perkembangan usaha oleh beberapa unit yang dikelola oleh BUA. Unit tersebut  diantaranya , UB Forest, Institut Atsiri, Agro Techno Partk , Lab Lapangan Terpadu, KKJF Penelitian LPPM, Pusat Studi Smonagenes, Pusat Studi Bank Sel Gamet dan Institut Biosains. Acara ini berlangsung di Gedung Layanan Bersama Lantai 5 yang di hadiri oleh Tim Dirjen Penguatan Inovasi Ristekdikti yaitu : Dr. I Wayan Budiastra, BSc, M.Agr beserta jajaran, Direktur BUA  Prof. Dr. Gugus Irianto, MSA., Ph.D., Ak. dan jajaran , serta beberapa Direktur Unit Institusi di BUA , Ir. Arifin Noor Sugiharto , M.Sc, Ph.D (Fakultas Pertanian), Sugiono , ST, MT. PhD. (KKJF Penelitian LPPM)

IMG_5556

Pada kesempatan kali ini Institut Biosains menampilkan salah satu produk andalanya yang telah mendapat juara 1 IndoHCF produk inovasi terbaik kategori Alat Kesehatan yaitu Biosains Rapid Test GAD 65. Kit diagnoistik ini mendapatkan perhatian khusus dan respon baik dari Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Beliau mengharapkan Universitas Brawijaya pada umumnya dan Institut Biosains pada khususnya mampu menciptakan produk-produk inovatif lainya sesuai dengan tujuan menembus persaingan di MEA. Dalam hal ini, Ditjen Penguatan Inovasi berharap mampu menampung aspirasi dan memberikan solusi terhadap keluhan Institut Biosains mengenai pengurusan birokrasi perijinan alat kesehatan untuk lebih mudah dan dapat dicapai dengan waktu yang tidak lama. Secepatnya Pihak Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti akan mengundang Institut Biosains di bawah Badan Usaha Akademik Universitas Brawijaya untuk melakukan FGD mengenai hal tersebut.