Sasaran Mutu

Seluruh jajaran pimpinan dan staf LBioS-UB telah berkomitmen menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan ISO 9001:2008  secara konsisten,  berkesinambungan dan terus meningkatkan mutu layanan kepada Client.

Sasaran mutu ditetapkan secara terukur dan dibuat konsisten dengan kebijakan mutu. Sasaran ini harus disebarluaskan secara efektif pada seluruh jajaran LBioS-UB diikuti dengan tanggung jawabnya untuk mencapai sasaran yang ditetapkan untuk setiap bidang terkait. Sasaran mutu ditinjau secara periodik dan direvisi sesuai keperluan.

Sasaran mutu LBioS-UB adalah:

  1. Menjadikan LBioS-UB sebagai Laboratorium rujukan untuk bidang hayati dan kesehatan yang memenuhi kriteria ISO 9001:2008
  2. Meningkatkan peran LBioS-UB dalam penyelenggaraan kegiatan penelitian pengujian dan pelatihan.
  3. Meminimalkan kesenjangan ekspektasi Client akibat ketidaksesuaian aktivitas LBioS-UB dengan kebutuhan Client.

Perencanaan sistem manajemen mutu berhubungan dengan identifikasi, operasi, pengendalian proses, penyediaan sumber daya, pengukuran dan pemantauan proses, serta pencapaian sasaran dan peningkatan mutu berkelanjutan. Perencanaan mutu (quality planning) dilakukan dengan menyusun rencana kegiatan berikut tahapan proses, pihak yang terlibat, sumber daya yang dibutuhkan berikut target indikator keberhasilan. Laporan kemajuan  dipresentasikan secara periodik dalam rapat bulanan sehingga kegagalan dapat dihindari melalui penetapan alternatif pemecahan masalah. Laporan tertulis yang terdokumentasi baik tersebut menunjukkan komitmen Direktur LBioS-UB pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Target Program

Laboratorium Biosains UB sebagai pusat Penelitian dan Pelayanan Produksi bertaraf industri, dengan kegiatan riset berbasis pada GLP dan GMP dapat memenuhi:

  1. Penyediaan kebutuhan antibodi poliklonal dan monoklonal bagi peneliti,  Penyediaan kebutuhan antibodi poliklonal dan monoklonal bagi peneliti,  industri farmasi seperti BUMN, perusahaan swasta dan PMA, serta  laboratorium sentral penelitian  di seluruh Indonesia maupun ASEAN
  2. Pengembangan satu  unit enterpreneur berbasis hasil penelitian  dari peneliti di Univeristas Brawijaya.
  3. Pengembangan metode metode yang telah mendapatkan HAKI di UB
  4. Penyediaan Hewal Model Penyakit Gangguan Metabolik dan Infeksius

Alur Bisnis

Laboratorium Biosains Universitas Brawijaya (LBioS-UB) merupakan institusi pelaksana dibidang penelitian, pengujian, proses produksi dan pelatihan, untuk menghasilkan  Sumber Daya Manusia (SDM)  yang berkualitas dan berkompeten.

Kebijakan mutu di LBioS-UB didasarkan pada komitmen untuk menghasilkan produk dengan hasil terbaik. Keberhasilan jangka panjang LBioS-UB menuntut komitmen menyeluruh tentang standar kinerja dan produktivitas yang tinggi, kerjasama yang efektif, kesediaan untuk menyerap gagasan-gagasan baru serta keinginan untuk belajar secara berkelanjutan.

Peran LBioS UB dalam mewujudkan sinergi ABG maka UB telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah dan Industri serta institusi lain. Hal ini diujudkan denga dua Nota Kesepahaman (MOU) yaitu

  1. Nota Kesepahaman Kerjasama antara PT Biofarma (persero) dengan UB No 04129/DIR/VII/2011 dan No 59/UN10/DN/2011, tentang pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan seed vaccine dan kit diagnostic.
  2. Kesepakan bersama antara KEMENRISTEK, KEMENKES, BPPK, BPPT, Lembaga Eijkman, ITB, Unpad, UI, UGM, UNS, Unair, UB, UnHas, UAI, PT Biofarama (Persero) dan PT Indofarma (Persero) Tbk. No 01/M/KB/I/2012 (Kemenristek), LB.0203/2/590/2012 (Kemenkes), 001/MoU/DN/2012 (UB) tentang Sinergi Penelitian, pengambangan vaksin dan bahan baku obat.
Gambar Alur Bisnis LBioS-UB